DAFTAR JARINGAN BLOG

Custom Search

LINK BLOG

BUPATI MINTA WARGA TANAM POHON PRODUKTIF

FAKFAK-Bupati Dr.Wahidin Puarada, M.Si, saat bertemu dengan Kadistrik, Lurah dan Ketua RT se- wilayah Distrik Fakfak dan Fakfak Tengah di Windter Tuare, mengatakan, kebersihan dan penataan lingkungan yang sejuk merupakan hal penting yang menjadi perhatian Pemda. Hal ini berkaitan adanya kunjungan tamu dari Pusat dan Lomba Adi Pura serta persiapan menyambut MTQ tingkat Provinsi Papua Barat yang direncanakan berlangsung bulan April 2008 mendatang. Pertemuan yang berlangsung selam 2 jam itu, Bupati Puarada lebih menekankan pentingnya kebersihan dan penataan lingkungan yang sejuk dengan penanaman pohon produktif disamping tanaman bunga hias. Untuk menciptakan kebersihan dan penataan lingkungan, Ketua RT yang ada di wilayah Distrik Fakfak dan Fakfak Tengah harus lebih berperan dan memberikan contoh kepada warganya. Selain itu harus menyiapkan tong sampah untuk sampah organik maupun non organik. Manfaatkan gerakan minggu bersih melalui kerja bhakti di lingkungan RT dan gerakan menanam pohon produktif. Pada pertemuan Bupati dengan Kadistrik, Lurah, dan Ketua RT se-wilayah Distrik Fakfak dan Fakfak Tengah, Bupati yang akrab dengan masyarakat itu, juga menyampaikan hasil analisis tim penilaian Adipura kota kecil terbersih. Bupati menjelaskan, sejumlah tempat seperti lingkungan perkantoran, sekolah, RSUD, terminal dan 3 pasar yang ada di kota pala Fakfak serta tempat pembuangan akhir (TPA) ternyata belum menggambarkan kebersihan dan kesejukan, sehingga perlu ditata sebaik mungkin. Masalah kebersihan dan kesejukan harus dilakukan tidak semata untuk menghadapi lomba Adipura atau agenda penting lainnya. Namun sesungguhnya, kata Bupati, masalah kebersihan dan kesejukan kota sudah merupakan keharusan. Bahkan dianjurkan dalam agama, untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sehingga bila ada tamu yang berkunjung ke daerah ini tidak terkesan kota tua, tetapi harus membawa kesan kota yang indah dan bersih dipandang mata.(ric)
READ MORE -

IPM Papua Peringkat Terakhir

Pasca diberlakukan UU No 21 Tahun 2001, perihal pemberlakuan Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, ternyata Provinsi Papua masih berada pada peringkat terakhir indeks Pembangunan manusia Indonesia. Provinsi Papua memiliki ranking ke 33 dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia.

Kondisi inilah yang mendorong pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif sebagai modal dasar dalam mendukung peningkatan daya saing wilayah secara berkelanjutan. Inspektur utama Bagus Rumbogo mewakili Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzzeta menegaskan hal itu pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Provinsi Papua 2008 di Gedung Sasana Krida, Pemprov Papua, Selasa (29/4) siang.

Sedangkan, lanjut Bagus, pendapatan perkapita warga di Provinsi Papua pada peringkat lima dari seluruh Provinsi, serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan migas dan non migas di peringkat 14 dan 13 dari seluruh Provinsi. “Sektor pertambangan dan galian dan sektor pertanian termasuk perikanan, menjadi penyumbang terbesar PDRB Papua,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Bagus, diperlukan peningkatan daya saing melalui produktivitas dan penciptaan nilai tambah yang lebih tinggi, serta pembaruan sumber daya yang tereksplorasi. Bagus menambahkan, untuk tingkat pengangguran di Papua dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data jumlah pengangguran terbuka bulan Agustus 2007 sebanyak 49,7 ribu (5,01%). Sedangkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 sebanyak 793 ribu jiwa (40,78 %). Sehingga, diakui Agus, guna mempercepat penurunan kemiskinan dan pengangguran, pelaksanaan berbagai program pembangunan perlu diarahkan ke kecamatan dan desa – desa miskin, serta dilakukan dengan pola padat karya. Acara Musrembang Provinsi Papua yang dibuka hanya diikuti 12 Bupati dari 21 Bupati se Provinsi Papua.

READ MORE -

KESENIAN PAPUA

Penting Untuk Dikembangkan

"Kesenian di Papua adalah penting untuk dikembangkan sebab merupakan bagian dari kebudayaan yang harus diberi hak dan kesempatan besar untuk dapat bertumbuh sehingga menjadikan Papua sebagai mercusuar Indonesia bagi sesama etnisnya di Negara-negara yang berada di kawasan pasifik. Dalam artian, harus direkayasa sedemikian rupa sehingga Negara-negara se-etnis Melanesia di pasifik justru menggantungkan harapannya ke Papua yang adalah bagian integral dalam NKRI. Menurut Gubernur Papua, Barnabas Suebu, SH kekhasan serta serba keunikan ciri kesenian dan kebudayaan Papua itu patut dikembangkan karena keterlibatan penuh warga penduduknya berikut lingkungan alam dan kandungannya adalah aset kita yang potensial. Kenyataan ini hendaknya, ditata dan dikelola guna menjadi suatu cadangan kekuatan Pembangunan Daerah yang sementara ini sedang digalakkan. Demikian ditegaskan Gubernur Papua dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Aparatur Setda Provinsi Papua, Drs. Hendrik Kaisiepo, M.Si pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Kesenian Tanah Papua, di Hotel Numbay Dok V Atas Jayapura,

'Gubernur mengatakan, Kebijakan Pemerintah memberikan kewenangan sebesar-besarnya kepada Provinsi Papua untuk menata kehidupannya melalui berbagai aspek pembangunan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada, lingkungan dan berbagai potensi lainnya termasuk dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum dan seniman pada khususnya Oleh karena itu, Dewan Kesenian Tanah Papua yang merupakan sebuah lembaga profesi mitra Pemerintah, memiliki peran dan fungsi untuk menggali, membina, mengembangkan dan melindungi seni budaya Papua. Dengan demikian, berkaitan dengan pelaksanaan Musda, diharapkan akan memperbincangkan hal-hal konkrit yang dialami seniman dalam keterkaitan dengan keberadaan organisasi ini. Diharapkan pula melalui pelaksanaan Musda, dapat melahirkan program-program yang diarahkan kepada upaya meningkatkan kualitas hidup seniman di Tanah Papua. “Kita harap agar dalam hal rekruitmen personil pengurus, dapat memperhatikan kemampuan intelektual, dan kemampuan managerial seseorang serta memiliki sikap kepemimpinan yang bermartabat. Serta melakukan konsolidasi yang meliputi struktur organisasi dan program,” ujarnya.

'Kegiatan Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Kesenian Tanah Papua, ini dilaksanakan mulai tanggal 24 s/d 26 April 2008. Acara pembukaan Musda ini, dibuka oleh Asisten II Bidang Aparatur Setda Papua, Hendrik Kaisiepo mewakili Gubernur Papua yang berhalangan hadir. Kegiatan ini, dihadiri pengurus lengkap Dewan Kesenian Tanah Papua, Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten/Kota se-Tanah Papua, seniman entertainment maupun seniman lepas serta Instansi terkait yang seluruhnya berjumlah 80 orang.

READ MORE -

SUARA BUNGA KERIS

Biak, Bunga keris khas Papua milik ibu Dolly Kurni, warga Kampung Yafdas, Distrik Samofa,Kabupaten Biak Numfor,Papua, dalam sebulan terakhir ini mengeluarkan bunyi suara yang unik pada malam hari.

Dari Biak, Rabu dillaporkan, bunga keladi khas Papua, yang daunnya menyerupai keris, milik ibu Kurni pada setiap hari antara pukul 19.30 WIT hingga pukul 23.00 WIT mengeluarkan suara dan tetesan air bening.

"Saya juga heran ada suara unik yang muncul di bunga keris Papua miliknya setiap malam pada jam-jam tertentu,"ungkap ibu Kurni.

Ia mengatakan, bunga keris khas Papua yang diperolehnya dari keluarga Jalan Dolog Biak awalnya hanya untuk dikoleksi dijadikan bunga hiasan di dalam rumah. Sejak dirinya memelihara dan merawat bunga keris Papua di rumah, menurut istri Nico Sroyer, setiap malam pada jam-jam tertentu terdengar suara yang unik dari bunga itu.

"Saya tak tahu fenomena apa di balik munculnya suara pada bunga keris Papua ini, dan wartawan sendiri pun bisa langsung mendengarnya," ujar Kurni Selasa (1/4) malam.

Bunga keris Papua yang belakangan semakin diminati banyak warga Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua selain dijadikan koleksi bunga juga diperjualbelikan oleh warga masyarakat asli Papua.

Kegiatan penjualan bunga Keris Papua dapat dijumpai pada beberapa lokasi di Biak, seperti kawasan Hadi supermarket, di pinggiran jalan menuju pelabuhan, serta sejumlah tempat strategis lainnya.

"Bunga Keris khas Papua tumbuhnya tak sembarangan tempat, hanya tumbuh di hutan tertentu di Papua. Untuk mendapatkan bunga inipun sangat sulit,"katanya.

(sumber: kompas)

READ MORE -

KAIMANA KEMBANGKAN 1 Juta Pohon PALA

Kaimana, Di Kota Senja Kaimana Papua Barat kini sedang digalakkan penanaman satu juta bibit pala sebagai persiapan menjadikan komoditas ekspor ini sebagai andalan bagi kabupaten yang baru berusia lima tahun itu. Pencanangan dilakukan Bupati Kaimana Hasan Achmad sejak tahun 2007 dengan mempersiapkan 100.000 bibit. Luis Umberi, Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kaimana mengatakan penanaman bibit dilakukan di tujuh distrik yang terdapat di Kaimana. Ia mengatakan program satu juta pohon ini paling lama terealisasi 2017. Selain penanaman baru, bibit juga disediakan untuk mengganti pohon pala yang telah rusak, ujar Luis. Ia memperkirakan bibit ini dapat mulai menghasilkan buah sekitar delapan tahun mendatang. Setiap 10 pohon ditargetkan mampu menghasilkan 5-6 ton buah pala. Ia mengatakan selama ini pala hasil garapan petani Kaimana diterima penadah dan pedagang yang mengirimkannya ke Surabaya dan daerah-daerah lain. Harga isi pala Rp 18.000 per kilogram dan buah Rp 35.000 per kilogram. Buah pala di Kaimana seperti halnya di kabupaten induk Fakfak berbuah setahun dua kali yaitu sekitar bulan April dan Desember. Karena bertepatan dengan musim di lautan, musim angin barat dan angin timur, buah yang matang bulan April biasa disebut Pala Barat dan di bulan Desember disebut Pala Timur. Menurut data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kaimana, produksi rata-rata per tahun komoditas tanaman perkebunan pala sebanyak 324.443 ton. Hasil ini ingin terus digenjot untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat. (sumber: kompas)
READ MORE - KAIMANA KEMBANGKAN 1 Juta Pohon PALA

KAIMANA KEMBANGKAN 1 JUTA POHON PALA

Kaimana, Di Kota Senja Kaimana Papua Barat kini sedang digalakkan penanaman satu juta bibit pala sebagai persiapan menjadikan komoditas ekspor ini sebagai andalan bagi kabupaten yang baru berusia lima tahun itu. Pencanangan dilakukan Bupati Kaimana Hasan Achmad sejak tahun 2007 dengan mempersiapkan 100.000 bibit.

Luis Umberi, Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kaimana mengatakan penanaman bibit dilakukan di tujuh distrik yang terdapat di Kaimana. Ia mengatakan program satu juta pohon ini paling lama terealisasi 2017. Selain penanaman baru, bibit juga disediakan untuk mengganti pohon pala yang telah rusak, ujar Luis.

Ia memperkirakan bibit ini dapat mulai menghasilkan buah sekitar delapan tahun mendatang. Setiap 10 pohon ditargetkan mampu menghasilkan 5-6 ton buah pala. Ia mengatakan selama ini pala hasil garapan petani Kaimana diterima penadah dan pedagang yang mengirimkannya ke Surabaya dan daerah-daerah lain. Harga isi pala Rp 18.000 per kilogram dan buah Rp 35.000 per kilogram.

Buah pala di Kaimana seperti halnya di kabupaten induk Fakfak berbuah setahun dua kali yaitu sekitar bulan April dan Desember. Karena bertepatan dengan musim di lautan, musim angin barat dan angin timur, buah yang matang bulan April biasa disebut Pala Barat dan di bulan Desember disebut Pala Timur.

Menurut data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kaimana, produksi rata-rata per tahun komoditas tanaman perkebunan pala sebanyak 324.443 ton. Hasil ini ingin terus digenjot untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat.

(sumber: kompas)
READ MORE -

ROHAMA JOGJA

Postingan :

HuMoR

Followers

Anda Pengunjung :

hit counter