DAFTAR JARINGAN BLOG

Custom Search

LINK BLOG

Lagi, Oknum TNI Pukuli Warga

JUBI---Yones Douw, seorang aktivis hak asasi manusia di Nabire, Papua, dipukuli oleh perwira militer pada tanggal 15 Juni lalu. Selain mengalami tindakan kekerasan ini, Yones juga ditolak oleh RSUD Siriwi, Nabire untuk mendapatkan perawatan medis. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Amnesty Internasional (AI) kepada Redaksi tabloidjubi.com (19/06). Saat ini, menurut AI, Yones Douw merasa takut atas kesehatan dan keselamatan dirinya, karena sebelumnya ia juga pernah ditahan dan diserang karena aktivitasnya sebagai pembela HAM.
Tindakan pemukulan oleh oknum TNI ini terjadi saat protes warga Nabire berlangsung di Komando Distrik Militer (Kodim) 1705 di Nabire, Provinsi Papua, pada pagi hari tanggal 15 Juni. Protes warga ini untuk menuntut akuntabilitas pemeriksaan terhadap pembunuh Derek Adii pada tanggal 14 Mei 2011 lalu di pelabuhan Samabusa, Nabire, yang dilaporkan dilakukan oleh oknum TNI dari Kodim 1705, Nabire. Sekitar pukul 09:00 pada tanggal 15 Juni, Yones Douw mendengar bahwa protes warga, termasuk anggota keluarga Derek Adii akan dilakukan di Kodim 1705, Nabire. Ia segera pergi ke lokasi untuk memonitor. Tiga puluh menit setelah ia tiba, sekelompok pengunjuk rasa muncul sebanyak tiga truk. Mereka menuju ke pintu masuk depan pangkalan dan mulai menghancurkan jendela dan melempar benda-benda. Yones Douw segera bergegas ke dasar untuk menenangkan para pengunjuk rasa. Namun sebagai tanggapan, militer melepaskan tembakan ke udara dan mulai memukul para pengunjuk rasa. Yones Douw juga tak luput dari aksi tersebut. Ia dipukul di kepala dengan potongan-potongan kayu beberapa kali. Dia juga menderita luka di bahu dan pergelangan tangannya akibat pemukulan tersebut. Menurut Yones, seorang perwira militer juga memukul ayah Derek Adii, Damas Adii, dengan sepotong kayu. Setelah kejadian pemukulan tersebut, Yones Douw perjalanan ke rumah sakit Siriwi untuk mendapatkan pengobatan dan laporan medis. Namun staf medis mengatakan bahwa ia memerlukan surat dari polisi sebelum mereka bisa merawatnya. Yones kemudian memutuskan untuk pulang dan masih menderita cedera. Yones Douw adalah aktivis HAM di Papua dan telah mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia oleh polisi dan militer selama satu dekade terakhir. (Victor Mambor)

ARTIKEL TERKAIT:

0 komentar:

ROHAMA JOGJA

Postingan :

HuMoR

Translate

Total Pageviews

SEBUAH CATATAN KECIL

Followers

Anda Pengunjung :

hit counter