DAFTAR JARINGAN BLOG

Custom Search

LINK BLOG

Papua Perlu Cari Alternatif Komoditas Ekspor Baru

Terus menurunnya volume ekspor golongan Bijih Tambang dan Konsentrat (HS26) memberikan sinyal kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk mencari alternatif komoditas ekspor utama yang baru. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Ir. JA. Djarot Soetanto,MM golongan ikan dan hasil-hasilnya (HS03) justeru nilai ekspornya terus mengalami peningkatan. jika dikelola dan dikembangkan dengan serius akan memiliki nilai yang positif. Hal ini sebagaimana ditegaskan Djarot, saat memberikan keterangan kepadapers, minggu lalu di ruang kerjanya.Menurut dia, ekspor Papua pada bulan Oktober 2008 lalu, mengalami penurunan cukup signifikan sebanyak 51,87 persen dibandingkan nilainyapada September 2008, yaitu dari 262,53 juta US$ menjadi 126,36 juta US$.Turunnya nilai ekspor tersebut disebabkan oleh turunnya volume ekspor Bijih Tambang dan Konsentrat (HS26) sebesar 43,22 persen atau ekspor tersebut hanya terdiri atas ekspor non migas. Sementara nilai impor Papua pada bulan Oktober 2008, lanjutnya, ikut mengalami penurunan sebesar 38,85 persen dibandingkan nilainya pada Oktober 2008, yaitu dari 108,66 juta US$ menjadi 66,45 juta US$. Penurunan ini disebabkan oleh berkurang signifikannya impor migas sebesar 94,97 persen dibandingkan nilainya pada bulan sebelumnya, yaitu dari 50,90 juta US$ menjadi 2,56 juta US$. Penyebab penurunan tajam tersebut adalah tidak adanya impor Bahan Bakar Minyak Lainnya yang selama ini menjadi komoditas impor migas utama Papua serta turunnya volume impor akibat naiknya harga beberapa komoditas impor migas, dan krisis finansial global yang mendorong negara-negara di dunia untuk mengurangi impornya.

ARTIKEL TERKAIT:

ROHAMA JOGJA

Postingan :

HuMoR

Translate

Total Pageviews

SEBUAH CATATAN KECIL

Followers

Anda Pengunjung :

hit counter