DAFTAR JARINGAN BLOG

Custom Search

LINK BLOG

Dipertanyakan, Tunjangan Untuk Daerah Terpencil

Jayapura, Pernyataan dari Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua Drs Paul Y Indubri MM bahwa ada empat macam tunjangan yang bersumber dari ABPN untuk meningkatkan kesejahteraan guru, tampaknya dipertanyakan salah seorang guru SD Negeri Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Darius Sanadi. Dari empat tunjangan tersebut yang sampai saat ini belum direalisasikan adalah tunjangan daerah terpencil atau pinggiran, sebab sejak ia menjadi guru, dirinya belum pernah mendapat tunjangan itu. "Dari Kota Keerom ke tempat kami mengajar memerlukan biaya Rp 200 ribu, jika hanya gaji pokok, tanpa ada tunjangan sangat berat,"tuturnya saat bertandang ke redaksi Cenderawasih Pos, Kamis (15/1) Dirinya bersama guru lainnya mempertanyakan tunjangan daerah terpencil, sebab sampai sekarang mereka tidak mendapatkan tunjangan itu."Selama ini kami hanya mendengar dan membaca di surat kabar mengenai ada tunjangan terpencil, tapi sejak tahun 1990 sampai sekarang, kami belum mendapatkannya, padahal kami sangat membutuhkannya,"tandasnya. Diungkapkan, apa bila hanya mengandalkan gaji pokok, tanpa adanya tunjangan lain, dapat berpengaruh pada kinerja guru-guru."Jika memang tunjangan itu ada, kenapa sampai saat ini tidak terealisasi, atau jangan-jangan itu hanya sebatas bicara di atas kertas saja,"pungkasnya.(lmn) (sumber: cepos)

ARTIKEL TERKAIT:

ROHAMA JOGJA

Postingan :

HuMoR

Translate

Total Pageviews

SEBUAH CATATAN KECIL

Followers

Anda Pengunjung :

hit counter