DAFTAR JARINGAN BLOG

Custom Search

LINK BLOG

PT Freeport Diteror Bom

TIMIKA – Bersamaan dengan kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia, Cameron Hume dan Staff USAID ke areal kerja PT Freeport Indonesia (PTFI), teror bom mengguncang PTFI. Bahkan sebelum Dubes Amerika tiba di Timika, di sekitar Mile 32 terdengar rentetan tembakan senjata yang menghebohkan warga sekitar. Namun polisi yang mendapat laporan tidak menemukan adanya korban jiwa dan juga selongsong peluru. Sekitar pukul 11.30 WIT Kamis (11/9) dan pukul 03.30 WIT Jumat (12/9) dini hari, aksi teror bom kembali terjadi di dua tempat berbeda, masing-masing di Mile 39 dan di dekat penampungan solar milik PTFI di Mile 50. Ledakan bom di Mile 39, berupa mortir yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah. Ledakan pertama ini mencoba merusak jembatan di Kali Kabur Sungai Otomona yang menghubungkan Timika dengan Tembagapura. Ledakan kedua Jumat dini hari, juga menggunakan mortir terjadi di dekat penampungan solar di Mile 50. Namun ledakan berdaya rendah itu, tidak mampu merubuhkan jembatan maupun merusak penampungan solar milik PTFI. Tidak ada korban jiwa dalam ledakan ini. Sebelum terjadi teror bom mortir dan rentetan bunyi senjata, menjelang kunjungan Dubes AS ke Timika, juga sudah ada isu akan ada demo besar-besaran di Timika. Karenanya beberapa hari sebelum Dubes melakukan kunjungan kerja ke keberapa wilayah kerja PT FI, polisi memperketat pengamanan. Dalam terror bom tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa mortir yang sudah meledak dan kompor minyak tanah yang diduga dipakai untuk membakar mortir bekas peninggalan perang dunia tersebut. Selain itu, polisi juga menemukan selebaran gelap yang intinya meminta PT FI ditutup, serta mengajak masyarakat untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora. Surat selebaran tersebut mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang ditandatangani pimpinannya ‘Jenderal’ Kelly Kwalik. Menyikapi teror yang menimpa perusahaan tambang asal Amerika itu, pihak Polda Papua segera mengambil langkah-langkah pengamanan. Bahkan Kapolda Papua, Irjen Polisi Drs. FX Bagus Ekodanto langsung memantau keadaan di lokasi kejadian di Timika. Usai melakukan pertemuan dengan jajarannya di Polres Mimika, Bagus Ekodanto menggelar jumpa pers. Dalam keterangannya kepada wartawan, Kapolda mengatakan pihaknya masih menyelidiki dan mengejar pelaku teror bom tersebut. Selain itu pihaknya juga berusaha mengumpulkan bukti-bukti, serta telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam penyelidikan, polisi menemukan barang bukti berupa mortir dan kompor di dua tempat terjadinya ledakan. Menurut Kapolda, mortir tersebut diduga diledakkan dengan cara dipanasi di kompor masak. Ini dikaitkan dengan temuan mortir yang sudah meledak serta dua unit kompor yang rusak akibat ledakan. Ledakan ini kata Kapolda tidak sampai merusak jembatan, sehingga akses ke areal tambang PTFI di Tembagapura dan Grasberg tidak terganggu. Kapolda dalam penjelasannya mengatakan, pihaknya saat ini masih terus mengejar para pelaku dengan melakukan penyisiran di sekitar TKP dibantu anjing pelacak. Hanya saja sampai saat ini belum satupun pelaku yang tertangkap. Kapolda juga belum bisa menyimpulkan apa motif dibalik teror tersebut. Apakah ada hubungannya dengan kunjungan Dubes AS untuk Indonesia ke areal tambang PTFI, hal ini masih diselidiki. Lebih lanjut Kapolda juga meragukan adanya surat selebaran yang ditandatangani ‘Jenderal’ Kelly Kwalik. “Saya lihat tipologi seperti ini merupakan bentuk teror, namun perlu pembuktian lebih lanjut,” kata Kapolda. Irjen Pol FX Bagus Ekodanto menjelaskan bahwa setelah ledakan, aparat Satuan Tugas (Satgas) Amole V bersama anggota Brimob Detazemen B Timika langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat itulah mereka menemukan satu mortir dan dua kompor minyak tanah. Menurut Kapolda, mortir yang ditemukan di lokasi ini berukuran tinggi 50 Cm dengan berat 15 Kg. Saat aparat masih melakukan olah TKP di Mile 39, diperkirakan antara pukul 03.30 WIT dini hari, kembali terjadi ledakan susulan di Mile 50, tepatnya di pinggir pagar penampung solar PTFI. Aparat segera bergerak ke sana namun tidak menemukan para pelakunya. Di lokasi tersebut, aparat hanya menemukan sejenis mortir yang berukuran lebih kecil serta tumpukan batu yang diduga untuk memanasi mortir. Terkait kedua kejadian tersebut, Kapolda menjelaskan anggota Polres Mimika yang dibantu tim identifikasi dan Detasemen Khusus 88 Polda Papua telah melakukan olah TKP pada Jumat pagi kemarin. Barang bukti berupa mortir yang ditemukan persis di bawah jembatan Kali Kabur Mile 39 sudah diamankan ke Mako Detazemen B Brimob Timika untuk diusut lebih lanjut. “Kami juga minta bantuan dari tim laboratorium Forensik Makassar untuk mengidentifikasi jenis mortir yang digunakan oleh pelaku,” jelas Bagus Ekodanto. Masih terkait penyelidikan kasus ini, Kapolda mengatakan pihaknya telah memeriksa 18 orang saksi yang berada di sekitar TKP. Mereka yang diperiksa itu adalah masyarakat dan anggota security PTFI serta lima anggota kepolisian yang melakukan olah TKP awal pada Kamis malam hingga Jumat dinihari lalu. Disinggung tentang keterkaitan kejadian ini dengan munculnya dua surat yang mengatasnamakan pimpinan TPN/POPM yang ditandatangani ‘Jenderal’ Kelik Kwalik, Kapolda mengatakan belum bisa memastikannya. Irjen Pol FX Bagus Ekodanto mengakui aparat kepolisian juga mendapat dua selebaran gelap di Kampung Banti, Distrik Tembagapura yang isinya akan menutup tambang PTFI yang dikeluarkan oleh West Papua National Army atau tentara nasional pembebasan Papua Barat. Surat lainnya mengajak warga “Mari kita bersatu dalam aksi penutupan tambang PTFI dan mengibarkan Bendera Bintang Kejora”. “Dari hasil konfirmasi kami, yang bersangkutan (kelompok Keli Kwalik-red) tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut,” kata Kapolda Papua yakin. Kapolda Papua menghimbau masyarakat Mimika untuk mewaspadai aksi teror ini dengan ikut memantau dan menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. “Saya perintahkan aparat untuk terus meningkatkan kegiatan patroli berupa razia senjata tajam, penyelidikan di lapangan, memperketat lokasi-lokasi yang dianggap rawan,” kata Kapolda Papua Bagus Eko Danto. Sementara itu PTFI melalui juru bicaranya Mindo Pangaribuan yang dikonfirmasi Radar Timika (grup Koran ini) mengatakan masalah ini diserahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian. “Kami juga menunggu hasil penyelidikan polisi, jadi kami tidak bisa berkomentar,”tandasnya. Sementara dari pantauan grup Koran ini, situasi kota Timika berjalan normal alias tidak terganggu dengan adanya ledakan di areal PTFI.(eng/radarsorong)

ARTIKEL TERKAIT:

ROHAMA JOGJA

Postingan :

HuMoR

Translate

Total Pageviews

SEBUAH CATATAN KECIL

Followers

Anda Pengunjung :

hit counter